Merahkan Rabumu!

Ayo Merahkan Rabumu!

Ayo donorkan darahmu!

Ayo Donor Darah 8 November 2017 dan Donasi Buku 3-22 November 2017

Selamat Hari Raya Idul Adha

Himagrotek mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Adha!

Ayo ikutan agrocomunity!

Bisa lebih tau tentang peminatan loh..

Selamat Hari Batik Nasional!

Himagrotek mengucapkan selamat hari Batik Nasional, Bangga menggunakan Batik!

Selamat Tahun Baru Hijriah!

Himagrotek mengucapkan selamat Tahun Baru Hijriah!

Selamat Hari Tani 2017!

Terima Kasih Atas Pengorbananmu Selama ini!

Saturday, October 1, 2016

Galeri Foto Hari Tani Nasional 2016 di Jakarta: Tolak Reforma Agraria Palsu

JAKARTA. Sepuluh ribuan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) yang berasal dari Banten dan Jawa Barat bergabung dengan massa dari KNPA (Komite Nasional Pembaruan Agraria) memperingati Hari Tani Nasional 2016 dengan melakukan aksi damai, long march dari Mesjid Istiqlal menuju Istana Negara, Jakarta, Selasa 27 September 2016.
Henry Saragih Ketua Umum SPI menyampaikan, aksi ini untuk mengingatkan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk melaksanakan janjinya kepada kaum tani se-Indonesia, melakukan reforma agraria, meredistribusi tanah seluas 9 juta hektar kepada petani tak bertanah, buruh tani, dan petani penggarap.
“Sudah hampir dua tahun pemerintahan Jokowi-JK berjalan, tapi reforma agraria belum juga dilaksanakan. Malah ada upaya untuk membelokkan reforma agraria ke arah yang tidak pro rakyat kecil, yang palsu,” kata Henry.
Henry juga menyayangkan sikap istana yang menolak menerima massa aksi.
“Kita datang jauh-jauh, dari Banten, dari Jawa Barat, hendak mengingatkan presiden untuk tunaikan janjinya tapi ia menolak menerima kita. Ini artinya pemerintahan Jokowi-JK di tahun kedua pemerintahannya ini semakin menjauh dari petani kecil, dari rakyatnya,” papar Henry.
Aksi ini sendiri adalah bagian dari aksi sepekan Hari Tani Nasional 2016 yang dilakukan olh petani SPI di seluruh wilayah Indonesia

Selengkapnya:
www.spi.or.id

Jangan Bicara Tentang Petani Jika Tidak Melibatkan Petani: Pertemuan Benih Sedunia ITPGRFA


BALI. Delegasi yang terdiri atas petani kecil (perempuan dan laki-laki), masyarakat adat dan pemuda tani dari berbagai wilayah di dunia mewakili La Via Campesina (organisasi petani internasional) pada Konsultasi Global tentang Hak Asasi Petani, yang diadakan 27-30 September di Bali. Konsultasi global ini diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia dengan dukungan dari Pemerintah Norwegia dan Sekretariat Perjanjian Internasional Sumberdaya Hayati atas Pangan dan Pertanian  (ITPGRFA).
Adapun yang menjadi tuan rumah acara ini adalah Serikat Petani Indonesia (SPI) dengan peserta yang berasal dari Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Latin.
ITPGRFA yang tergabung dalam FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) — meskipun telah eksis selama beberapa dekade — masih sangat sedikit berbuat untuk mengedepankan dan memajukan hak asasi petani, salah satu ketetapan pokok di dalamnya.
Dalam hal ini, delegasi petani kecil pedesaan dan masyarakat adat yang mewakili La Via Campesina mendesak pihak ITPGRFA dan pihak-pihak (pemerintah) untuk mengakui dan melaksanakan hak asasi petani, menolak undang-undang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), paten yang membahayakan kedaulatan pangan.
Benih yang dilestarikan dan disimpan petani dari lahannya adalah salah satu pilar tak tergantikan dari produksi pangan. Petani kecil di seluruh dunia telah menyadari hal ini selama berabad-abad. Ini adalah salah satu pemahaman yang paling universal dan paling dasar yang dipahami tiap petani. Kecuali dalam kasus-kasus di mana mereka telah menderita agresi eksternal atau keadaan ekstrim, hampir semua masyarakat petani tahu bagaimana cara menyimpan, melestarikan, menangkarkan dan berbagi bibit. Jutaan keluarga dan masyarakat tani telah bekerja untuk menciptakan ratusan bahkan ribuan varietas tanaman ini. Pertukaran benih antar komunitas dan masyarakat telah memungkinkan tanaman untuk beradaptasi dengan kondisi iklim dan topografi yang berbeda. Inilah yang menyebabkan pertanian menyebar dan berkembang, dan memberi makan masyarakat dunia.
Oleh karena itu, petani harus diberi akses tak terbatas dan tanpa syarat untuk mengembangkan beragam jenis benih, memiliki hak utuh untuk saling bertukar dan menjual benih antar sesamanya. Ini adalah syarat pertama yang diperlukan untuk memberi makan dunia. Untuk mempertahankan sistem benih berbasiskan petani kecil ini, dalam konsultasi tersebut, delegasi La Via Campesina akan berbicara tentang hak-hak asasi petani, untuk melindungi petani kecil, dan mempertahankannya dari propaganda hukum HKI.
Di sini, di Indonesia, tempat kegiatan ini berlangsung, petani di Jawa Timur telah dikriminalisasi karena diduga melanggar hak-hak sebuah perusahaan bernama BISI, anak perusahaan dari perusahaan benih Thailand, Charoen Pokhpand. Meskipun BISI tidak bisa menghadirkan bukti, petani telah dipanggil ke pengadilan dan empat belas dari mereka telah dituntut; bahkan sudah ada yang dipenjara[1]. Dalam kebanyakan kasus, para petani ini tidak memiliki pengacara untuk mewakili mereka dan mereka tidak mengerti mengapa yang mereka lakukan salah. Ada banyak contoh seperti ini di seluruh dunia, kriminalisasi petani oleh industri atas nama paten dan kekayaan intelektual. Ini adalah pelanggaran terang-terangan dari hak asasi petani.

Delegasi La Via Campesina juga menekankan, partisipasi petani kecil dalam pengambilan keputusan tidak harus dikurangi karena masuknya beberapa organisasi yang tunduk pada tekanan korporasi dan menerima keputusan yang sudah dibuat. Selanjutnya, selain mengurangi keterlibatan para tuan tanah, forum dan kebijakan ini harus menyertakan perempuan, masyarakat adat, petani tak bertanah, pekerja pertanian yang tidak memiliki lahan, nelayan dan penggembala.
La Via Campesina mendesak ITPGRFA dan pihak-pihak terkait untuk melihat hukum progresif yang disahkan di berbagai wilayah dunia, yang terbaru adalah yang disahkan oleh Pemerintah Venezuela [2] awal tahun ini, yang menjunjung tinggi kedaulatan pangan nasional, mengatur produksi benih hibrida, dan menolak produksi, distribusi dan impor benih transgenik. Pemerintah Indonesia, Mali, Nepal dan beberapa lainnya telah mengadopsi kedaulatan pangan sebagai prinsip, beberapa dari mereka bahkan memberlakukan ini menjadi undang-undang (misalnya Indonesia).
La Via Campesina juga menuntut bahwa “Dana Benefit-Sharing” tidak harus membiayai lembaga penelitian dan lembaga lainnya yang ditujukan untuk mengumpulkan benih petani dan semacamnya dan informasi genetik lainnya yang ditujukan untuk memfasilitasi patenisasi. Sebaliknya, dana tersebut harus langsung membiayai organisasi kecil petani yang menseleksi, memproduksi dan melestarikan benih lokal mereka, lahan konservasi, ataupun teknologi jangka panjang (misalnya membangun daerah tanpa listrik). Peneliti yang berkolaborasi dalam kerja kolektif ini juga harus di bawah arahan petani, bisa juga dengan pertukaran kader petani pada tingkat nasional dan internasional.


Delegasi La Via Campesina di Bali :
Zimbabwe Small Holder Organic Farmers’ Forum (ZIMSOFF), Movimento dos Pequenos Agricultores (MPA, Brazil), Movement for Land and Agriculture Reform (MONLAR, Srilanka), Serikat Petani Indonesia, ConfĂ©dĂ©ration Paysanne (France), Indian Coordination Committee of Farmers’ Movements (ICCFM), Assembly of Poor (Thailand), Coordinador Nacional Agrario-CAN (Colombia)
 
[1] https://www.grain.org/article/entries/5142-seed-laws-that-criminalise-farmers-resistance-and-fightback#4 Asia struggles
[2] http://www.gmwatch.org/news/latest-news/16602-venezuela-passes-national-anti-gmo-and-anti-patent-seed-law

Selengkapnya:
https://www.spi.or.id



Sunday, September 25, 2016

Agrocomunity

Kepeminatan agrotek apa aja yaa? Bingung mau masuk peminatan apa? Atau masih ngga tau kalo agrotek itu ada peminatan?
Yuk lebih mengenal dan lebih tahu lagi mengenai kepemintan yamg ada di agrotek dengan datang ke acara pengenalan kepemintan dan Agrocomunity tgl 28 sept 2016 jam 19.00 di GedungB, ruang B. 2.08

Tuesday, September 20, 2016

WISUDA KE-122

Kelulusan merupakan saat yang sangat membahagiakan dan membanggakan. Namun, kerja keras tidak boleh berakhir. Kamu harus terus belajar dan bahkan bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Ngesti Joko Triyogi S.P. A1L008108
Tri Wibowo S.P. A1L008199
Putra Triaria Agus S.P. A1L109005
Miftahul Huda S.P. A1L109021
Khisty Sakti Munggaran S.P. A1L010117
Rio Parelly Anggara S.P. A1L010182
Pratama Windu Agung Pribadi S.P. A1L010200
Akhmad Ibnu Amrullah S.P. A1L010212
Tri Yuli Sarwo Edi S.P. A1L010243
Fahrul Iswanto Saputro, S.P. A1L011031
Dian Nurdiana, S.P. A1L011064
Dian Eka Nurhalimah, S.P. A1L011068
Tyas Dwinur Pujianti, S.P. A1L011081
Farhan Arifin, S.P. A1L011107
Rosalina Fauziyah, S.P. A1L011134
Dwi Astuti, S.P. A1L011159
Indah Tri Wahyuni, S.P. A1L011174
Yuli Susanto, S.P. A1L111003
Eko Handoyo Aji Purnomo, S.P. A1L111010
Lusi Maharani Dewi, S.P. A1L111031
Farhan Alvian, S.P. A1L111033
Sartika, S.P. A1L012002
Rida Firmansyah, S. P. A1L012007
Maya Rosdiana, S.P. A1L012008
Siti Fatonah, S.P. A1L012009
Asif Abdullah, S.P. A1L012014
Siti Maesatun Nur Khasanah, S.P. A1L012016
Dody Gusti Kurnia, S.P. A1L012030
Runtut Oktafiani, S.P. A1L012039
Iis Napisah, S.P. A1L012042
Isnan Ujiono, S.P. A1L012047
Rahmat Ramadhan, S.P. A1L012048
Kasiyono, S.P. A1L012050
Osi Nurkhasanah, S.P. A1L012051
Hendi Nur Seto, S.P. A1L012054
Rida Farhani, S.P. A1L012056
Imam Prasetio, S.P. A1L012060
Rudi Tri Mahardika, S.P. A1L012061
Bakti Fahmi Ilmi, S.P. A1L012062
Aditya Pandu Perdana, S.P. A1L012063
Fatchur Rohman, S.P. A1L012070
Rini Antasari, S.P. A1L012071
Vinda Anindyta, S.P. A1L012072
Anisa Rachmawati, S.P. A1L012074
Euis Nurhalimah, S.P. A1L012076
Tanto, S.P. A1L012078
Nurul Munawaroh, S.P. A1L012079
Zaheidy Hikmaturramadhani Putri, S.P. A1L012104
Ranindya Tyas Kinanthi, S.P. A1L012133
Agung Hermawan, S.P. A1L012134
Putra Yanuar Anhaar, S.P. A1L012137
Andrew Erdo Pradana Nainggolan, S.P. A1L012147
Yeni Fatimah, S.P. A1L012155
Shaoma Rian Prasetyo, S.P. A1L012158
Abdul Hakim, S.P. A1L012169
Yuniar Wulansari, S.P. A1L012185
Bibit Azizah, S.P. A1L012197
Ghani Prabawati, S.P. A1L012207
Eva Nadia, S.P. A1L112006
Yurri Prayandhika Reinka Krisna, S.P. A1L112009
Septian Nur Fadilah, S.P. A1L112028
Riska Sf Sinaga, S.P. A1L112035
Teguh Hermawan, S.P  A1L112036
Kami mengucapkan selamat dan sukses.