Merahkan Rabumu!

Ayo Merahkan Rabumu!

Ayo donorkan darahmu!

Ayo Donor Darah 8 November 2017 dan Donasi Buku 3-22 November 2017

Selamat Hari Raya Idul Adha

Himagrotek mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Adha!

Ayo ikutan agrocomunity!

Bisa lebih tau tentang peminatan loh..

Selamat Hari Batik Nasional!

Himagrotek mengucapkan selamat hari Batik Nasional, Bangga menggunakan Batik!

Selamat Tahun Baru Hijriah!

Himagrotek mengucapkan selamat Tahun Baru Hijriah!

Selamat Hari Tani 2017!

Terima Kasih Atas Pengorbananmu Selama ini!

Saturday, March 4, 2017

KEILMIAHAN 2016/2017

Departemen Keilmiahan adalah salah satu Departemen yang ada di HIMAGROTEK.

VISI

Berprestasi, kreatif, dan inovatif di keilmiahan dan riset dengan jalinan kekeluargaan yang erat dan bermanfaat bagi semua mahasiswa Agroteknologi, civitas akademika dan masyarakat.

MISI 

  1. Mewujudkan intern Departemen Keilmiahan dan Riset yang solid dan profesional.
  2. Menampung aspirasi mahasiswa Agroteknologi dalam bidang Keilmiahan dan Riset.
  3. Mengembangkan potensi mahasiswa sesuai dengan keprofesian Agroteknologi.
  4. Mewujudkan prestasi gemilang pada tahun 2015-2016 diajang Program Kreativitas Mahasiswa.
  5. Menjalin kerja sama yang harmonis dengan departemen lain.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

KADEPT: MEI SULASTRI (F.VII-180595-50)


1. Ravena Ravika Cahya (F.VII-200196-50)
2. Aniq Sholihatul L.  (F.VII-080595-50)
3. M. Teguh Dwi Basuki  (F.VII-130593-50)
4. Indriani Utami Dewi  (F.VII-040996-50)
5. Wahid Arifudin  (F.VII-260195-50)
6. Thalya Dwi Merdianty  (F.VII-190396-50)
7. Rizki Lutfi T  (F.VII-160696-50)



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

PROKER (Program Kerja):

  1. BBM Agro (Belajar Bareng Mahasiswa Agroteknologi)
  2. Agrocomunity

SOSIAL MASYARAKAT 2016/2017

Departemen Sosial Masyarakat atau Sosmas adalah salah satu Departemen yang ada di HIMAGROTEK. Sosmas dibentuk untuk mewujudkan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat.

VISI

Mewujudkan HIMAGROTEK menjadi himpunan yang mempunyai anggota dengan rasa loyalitas empati dan simpati kepada masyarakat.

MISI 

  1. Mempunyai komitmen yang tinggi untuk berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
  2. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
  3. Mempunyai jiwa yang tanggap terhadap masalah sosial yang ada dan mampu memberi solusi.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

KADEPT: SUSILO WARDANI (B.VII-300794-50)

  1. Rizka Farihatus S. (B.VII-010995-50)
  2. Agla Gema Alamsyah (B.VII-080395-50)
  3. Yeni Richatin    (B.VII-100495-50)
  4. Syiwi Pangestu S. (B.VII-121095-50)
  5. Ernanda Bimo K   (B.VII-051295-50)
  6. Berta Dwi Prastuty  (B.VII-250596-50)
  7. Gita Afiya Paramasuri  (B.VII-180996-50)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

PROKER (Program Kerja):

  1. Project Sosial
  2. Donor Darah Himagrotek
  3. HIMAGROTEK Peduli

BENDAHARA UMUM 2016/2017

VISI
Mewujudkan keuangan HIMAGROTEK yang baik dan transparan untuk mendukung kelancaran kegiatan HIMAGROTEK.

MISI


  1. Pengelolaan keuangan yang teratur dan transparan.
  2. Mengatur keuangan agar tetap seimbang.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

BENDAHARA UMUM: Renadiptya Sepasthika (A.VII-130196-50)

  1. Niken Dyah Ayu Aldita (A.VII-031096-50)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

PROKER (Program Kerja):

  1. IWP (Iuran Wajib Pengurus).
  2. Iuran Wajib Anggota Baru (IWAB)
  3. Forum Bendahara.
  4. Tabungan Munas Formatani 2017.
  5. Pembuatan rekening tabungan.
  6. Pembuatan kwitansi.
  7. Publikasi saldo KAS.

Wednesday, March 1, 2017

Kisah Sukses Petani Sayur di Tengah Kota

[Sambut Pagi dan Kisah Sukses Petani Sayur di Tengah Kota]

Tingginya kebutuhan hidup di kota dan tak memiliki lahan untuk berkebun, tak membuat pasangan suami istri (pasutri), Dominggus Leba (54) dan Regina Leba Bara (53), menyerah. Dengan sistem menyewa lahan kosong di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pasangan ini memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam sayur-sayuran.

Meski hanya menyewa beberapa petak lahan, pasutri asal Kabupaten Sabu Raijua ini mampu menyekolahkan anak mereka hingga perguruan tinggi.

Kerasnya kehidupan kota menuntut keduanya harus berjuang keras. Lahan kosong berbatu disulap menjadi "surga kecil" yang menghijau. Bedeng-bedeng sayur dibangun berderet membentuk terasering.

"Lahan ini kami sewa dari tahun 1999 dan menjadi sumber kehidupan kami di Kota Kupang. Satu bulan kami harus bayar di pemilik lahan sebesar Rp 280 ribu," ucap Regina kepada Liputan6.com, Minggu pagi, 19 Februari 2017.

Menurut Regina, dahulu lahan yang disewanya itu dipenuhi rumput dan batu karang. Namun, dengan keuletan suaminya, tempat itu kini menjadi sawah kecil dan menjadi satu-satunya sumber penghasilan mereka.

Di samping lahan, terdapat sebuah sumur tua yang menjadi harapan Ibu Regina dan petani sayur lainnya untuk menyiram tanaman mereka.

"Setiap pagi dan sore kami pikul air dari sumur untuk siram tanaman. Hasil dari kebun sayur kami jual ke pasar dan hasilnya buat biaya pendidikan anak-anak," Regina menuturkan.

Dari hasil menyewa lahan itu, anak sulungnya saat ini sudah lulus kuliah dan sudah bekerja. "Mereka kami biayai dari hasil kebun kecil ini. Yang sulung sudah habis kuliah dan sudah kerja di puskesmas. Satu masih kuliah dan bungsu masih SMA," Dominggus menambahkan.

Di balik kesuksesan menyekolahkan anak, ada segudang perjuangan yang melelahkan tak pernah ditunjukkan. Dominggus selalu tersenyum walau terbakar teriknya matahari. Di hadapan anak-anaknya, ia selalu ceria walau sebenarnya menyimpan sejuta lelah. Kerutan di wajahnya menggambarkan perjuangan yang tak mudah.

Di balik kepenatannya, ia berharap pemerintah sudi membantu peralatan pertanian guna meringankan bebannya, sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian yang bermuara pada peningkatan ekonomi.

"Kalau bisa pemerintah bantu alat semprot, bibit, obat hama dan pupuk. Soalnya harga pupuk saja mahal, belum lagi obat hama," ucap Dominggus.

sumber: Liputan6.com